Kadangkala kita merasa dunia ini sungguh tidak adil,
Masakan tidak, kita lihat banyak peristiwa.. terlalu banyak cerita..
Membuktikan betapa dunia ini sungguh tidak adil pada manusia..
Ada insan yang hatinya tulus, jiwanya jujur..
Dia dengan ikhlas menebarkan hatinya pada agama..
Namun, acap kali itu dia ditindas oleh dunia..
Oleh manusia yang disekitarnya..
Maka terkulai-kulailah dia mempertahankan diri..
Pada dunia yang tidak adil ini katanya..
Ada insan yang berusaha mencari cinta Ilahi..
Nekad menjerumuskan diri pada rancah yang penuh emosi ini..
Namun, dunia ini tidak memudahkan..
Selalu memberikan kesukaran..
Hingga ada maruah insan yang telah dicemarkan..
Bahkan ada luka berdarah pada jasadnya..
Ada manusia yang bernasib baik..
Hidupnya penuh dengan tipu noda, tapi tiada cela..
Hampir semua sempurna..
Dunia ini memberikan seribu keselesaan pada dia..
Maka bersenang-senang ia menikmati kehidupan ini..
Atas keringat, berkat derita, dan air darah insan lain..
Sungguh dunia ini tidak adil..
Tetapi, maha adil Islam..
Tatkala dunia tidak mampu adil pada insan,
Namun Allah tidak perlu lupa untuk adil...
Maka, telah diciptakan akhirat untuk manusia..
Agar kehidupan ini tidak mengecewakan, tidak sia-sia..
Maha suci Tuhan dengan firmanNya,
‘Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.’
(Surah al-Mukminun ayat: 115-116)
Betapa dunia ini berlaku kejam..
Namun keadilan Islam itu tetap ada!
Friday, February 19, 2010
Sunday, February 7, 2010
HARAP
Kita berharap orang lain memahami diri kita..
Orang lain juga berharap kita memahami mereka..
Tapi kita hanya mampu menjadi insan yang berharap..
Kerana tiada siapa pun yang mampu memahami setiap manusia..
Kecuali Dia... ya, Dia..
Kita berharap orang lain sudi menerima teguran kita..
Orang lain juga berharap kita sudi menerima saran kritik mereka..
Namun kita adalah kita, kadang kala terasa membenci pada nasihat...
Acap kali memusuhi kalimat..
Kepada Dia juga kita berharap.. Ya, kita berharap..
Orang lain juga berharap kita memahami mereka..
Tapi kita hanya mampu menjadi insan yang berharap..
Kerana tiada siapa pun yang mampu memahami setiap manusia..
Kecuali Dia... ya, Dia..
Kita berharap orang lain sudi menerima teguran kita..
Orang lain juga berharap kita sudi menerima saran kritik mereka..
Namun kita adalah kita, kadang kala terasa membenci pada nasihat...
Acap kali memusuhi kalimat..
Kepada Dia juga kita berharap.. Ya, kita berharap..
Subscribe to:
Comments (Atom)